GADIS BERKERUDUNG HITAM

images

Namanya merlin ketika pada suatu ketika aku menanyakannya pada ibuku, maklum dia dan ibuku sama-sama berdagang disebuah pasar yang sama, pertemuanku denganya ketika aku disuruh ortuku membantu mereka berdagang di pasar, maklum saja diwaktu pagi banyak sekali pembeli yang mampir di lapak dagangan ibuku, sehingga membuat ortuku kewalahan melayani pelanggannya, aku hanya bisa tersenyum ketika setiap dia lewat dihadapku ketika dia akan mengantarkan makanan dan minuman ke pelanggan yanag memesannya, sesekali aku curi-curi pandang kedia dan ketika aku ketahuan memandangnya dia juga hanya tersenyum, yang bisa menambah keanggunannya, namun tidak untukku aku sulit mengartikannya apakah arti senyum itu, senyuman itu bertanda apakah dia memiliki perasaan yang sama denganku, atau hanya sebuah senyuman biasa saja, aku tidak tahu,

Karena keseringan melihatnya dan bepapas muka dengannya lama-lama aku semakin yakin bahwa dialah gadis yang ku cari itu, namun tidak semudah itu untuk mendapatkannya, selain statusku yang sebagai mahasiswa, dan dia hanya pendagan kopi, mungkin saja ibuku tidak akan merestuinnya selain karena aku dilarang untuk berpacaran selagi masih menimba ilmu, ibuku juga pasti melarangku untuk berpacaran dengan gadis yang berpropesi sama dengan ibuku, ya meski ibuku tahu bahwa dia adalah gadis baik-baik, belum lagi ibuku pernah bilang bahwa dia telah memiliki calon suami, lagipula berkenalan dengan dianya pun aku belum, sehari-hari jika berpapasan dengannya kami hanya saling melempar senyum,

Benar kata orang itu, cinta bisa tumbuh dimana saja tak terkecuali cintaku yang tumbuh dipasar, satahuku, ketika ortuku menyurhku kepasar aku rada sungkan, selain panas, aroma pasar juga sangat sulit beradaptasi dengan indra penciumanku, namun sekarang aku semakin betah saja dipasar, bahkan ortuku yang menyuruhku pulang lebih awal, malah aku tolak, biasanya kalau disuruh pulang aku langsung pulang, bahkan meminta izin pulang lebih cepat dari jam pulang bila aku tidak betah dipasar, tapi sekarang berbeda 180derajat ketika aku melihat merli, gadis bekerudung hitam itu, aku semakin beth disana, padahal aku ini tipe orang yang sulit jatuh cinta, paling Cuma cinta sesaat, bahkan pandanganku tehadap wanita itu biasa saja, tapi jika melihat sosok merlin jantungku selalu berdebar-debar, padahal sebelumnya belum pernah aku merasakan debaran jantungku yang begitu hebat, namun sepetri ada yang beda dari sosok yang bernama merlin tersebut, entahlah apa itu, namun sepertinya hanya harapan belaka aku bisa mendapakan merlin, terlalu banyk perbedaan antar kami, belum lagi ditambah isu bahwa dia telah memiliki calon, ya banyak orang-oarng yang mengatakan dia telah memilikin calon. Yang kelak menjadi suaminya

hanya tuhan yang dapat menjawabnya, sedangkan aku, aku sich hanya bisa berharap sembari berdoa

skripsi

Kemarin malam, saat aku bertandang kerumah teman ku, eh, aku malah diusirnya ketika aku akan masuk kekamarnya, uh sebel banget, selidik punya selidik ternyata dia mengusirku, sebenarnya sich bukan mengusir tapi tidak mau diganggu aja, ternyata dia sedang membuat tugas akhir kuliah atau lebih populer disebut dengan skripsi, wajar saja kalau temanku tidak mau diganggu sebab dia bilang sangat rumit dan sulit membuatnya, wah apa jadinya kalau entar aku yang membuat tugas skripsi seperti itu??.
temanku saja yang kuliah ambil jurusan ekonomi, dan aku anggap sebagai mahasiswa yang berprestasi bilang sulit kepada ku, dalam membuat skripsi, apalagi aku yang kuliah ambil jurusan tekhnik, mungkin butuh waktu 2 tahun aku membuatnya,.
Ok lah, sekarang kita bahas apa sich skripsi itu, skripsi atau bisa juga disebut sebagai tugas akhir kuliah, merupakan syarat mutlak yang harus dimiliki oleh seorang mahasiswa jika ingin meraih gelar sarjana, pembuatan skripsi sendiri tergantung dari mahasiswa itu sendiri dalam belajar menempuh kuliah di universitasnya, apakah sudah mencampai batas SKS ( sistem kredit semester ) yang sudah ditentukan oleh universitasnya tersebut,
Kalau membicarakan masalah skripsi aku jadi teringat bagaimana mahasiswa tempo doeloe ya, membuat skripsinya?? Tau sendirikan jika kita ingin membuat skripsi kita harus mencari bahanya terlebih dahulu, baru kemudia dibahas lalu baru diringkas, dewasa ini, mahasiswa yang akan membuat skripsi, banyak yang memenfaatkan komputer, khusunya internet untuk mencari bahan skripsi yang akan dibahasnya yang sesuai dengan judul skripsinya, belum lagi adanya mesin pencari seperti google atau yahoo, yang semakin memudahkan mahasiswa dalam memcari informasi, misalnya mencari informasi sebuah perusahaan,. Kita tidak perlu lagi mensuprai langsung ke tempat perusahaan tersebut yang mungkin berdomisili di daerah lain,
lalu bagaiman dengan mahasiswa tempo dulu dalam membauat skrispi??, bukankah dulu belum banyak yang mEngenal internet, belum lagi belum ditemukannya mesin pencari semacam yahoo atau google, ah aku juga kurang tau, mungkin saja para mahasiswa tempo dulu langsung mendatangi perusahaan yang mereka jadikan patokan judul skripsi mereka.
Skipsi sendiri kadang dijadikan momok bagi setiap mahasiswa, malah ada saja mahasiswa yang tidak menselesaikan kuliahnya karena tidak bisa membuat skripsi tersebut yang merupakan syarat meraih titel sarjana, namun jangan salah lho, apabila skrisi yang kita buat tersebuat berpengaruh, berpengaruh, maksudnya?? Maksudnya gini lho, misalkan skripsi yang kita buat menarik bukan tidak mungkin analisis yang kita buat dalam skripsi tersebut dipakai oleh sebuah perusahaan atau bahkan di letakan disebuah museum sebagai simbol skripsi terbaik, sebab aku pernah mendengar dari seseorang yang pernah kuliah di sebuah universitas negri islam, beliau memaparkannya dalam suatu seminarnya bahwa skripsinya pernah dijadikan patokan sebuah perusahaan dan sampai saat ini skripsinya disimpan rapi pada sebuah museum atas rekomendasi pemerintah yang mengagumi analisi skripsi yang ia buat,
So sekarang jangan takut dalam membuat skripsi, bukankah tanpa skripsi kita tidak bisa meraih gelar sarjana??

AKU MENGGUGAT POL PP

Sempat bingung juga sih mengartikan, POL PP, apakah mereka sudah tidak ada lagi hati nurani lagi, sehingga seenaknya saja mengusir pendagang kaki lima, ya, tau sih itu memang sudah menjadi tugas mereka, tapi haruskah dengan kekerasan mereka mengusir pendagang kaki lima,

pagi kemarin saat aku pulang mengantarkan adikku ke sekolahnya, dan sempat melewati pasar dimana ortuku berdagang, MASYA ALLAH, pemandangan yang selama ini tidak pernah aku lihat akhirnya terlihat juga, karuan saja para pendagang emperan toko alias pendagang kaki lima pocar-pacir, ketika salah seorang pendagang kaki lima meneriaki ada musuh datang, aku pun mengeritkan dahiku, bertanda bingung, apa sih maksud dari “ada musuh datang“?? setahuku sejak ortuku berdagang di pasar, belum pernah terdengar olehku, baik ayah atau ibuku membicarakan adanya musuh dipasar,

selang beberapa menit, akhirnya terjawab sudah pertanyaan yang ada di otakku, ketika iring-iringan mobil yang berukuran sedang dan lumayan besar lewat, yang di bagian belakangnya terdapat pasukan yang memakai pakai serba coklat, inilah yang dinamai POL PP, musuh para pendagang kaki lima,bag adegan film kartun tom & jerry, spontan saja ketika pasukan yang di namai POL PP itu turun dari bak belakang mobil , pendagang kaki lima langsung belarian sembari menyelamatkan barang dan gerobak, serta becak dangangan mereka, ada yang belari hanya membawa sebagian dagangan yang bisa merekan bawa, dan yang lebih naasnya lagi ada juga baik pendagang dan sopir becak yang tidak sempat membawa daganganya dan kendaraannya, sehingga harus mengikhlaskan barang dan dagangan mereka disita, sembari menunggu sidang, ada juga yang bernegosiasi kepada sang atasan POL PP, hingga berlutut menyebah sanga atasan agar dagangan dan becaknya diturunkan dari atas bak mobil yang sudah terlanjur diangkut diatas mobil besar, namu usaha untuk bernego sia-sia saja, karena sang atsan sudah berhati batu,

Lalu dimana nuranimu wahai POL PP, apakah hati nuranimu telah wafat termakan oleh keanggkuhanmu, atau apakah karena seragam yang kau pakai itu, kau begitu angkuh sehingga seenaknya saja mengangkut barang, dan dagangan mereka, jika hanya atas nama tugas saja, adakah tolerin untuk mereka, ingatlah keluaraga mereka menanti dirumah dengan senyum bangga ketika mereka pulang kerumah membawa hasil untuk makan saja, bukan air mata yang mereka nanti dirumah, ketika mereka pulang dengan membawa berita bahwa dagangan dan barang mereka disita oleh POL PP.

Atas nama tugas , selalu alasan klasik itu yang keluar dari mulut sat POL PP, ketika diminta penjelasan ketika penggusuran terjadi,

sebenarnya sich aku tidak menggugat satPOL PP, tapi atas kejadian yang sudah-sudah banyak pendagang kaki lima yang dirugikan bahkan dilecehkan, aku juga menyalahkan sang pendagang kaki lima, kalau memang sudah tau, kawasan tersebut tidak boleh untuk berdagang, kenap masih saja dilanggar belum lagi memakan badan jalan, yang menyebabkan kemacetan,

namun semuanya kembali kepada kepribadian masing-masing, dan semoga saja sang satuan palisi pamong praja lebih bijak dan berhati mulia dalam menertipkan para pendagang kaki lima, sebab mereka berdagang untuk mencari sesuap nasi, bukan untuk menjadi jerry, dan bukan pulang sang satPOL PP, mau menjadi tom, seperti film karangan, yang seiap hari, seiap waktu saling kejar-kejaran

AKU LEBIH BERUNTUNG DARI MEREKA

Tidak ada kata lagi yang pantas aku ucapkan kepada sang KHALIK, selain kata terima kasih, dan puji syukur kepada ALLAH SWT, bagaiman tidak, beberapa waktu yang lalu sepulang dari rumah teman ku, tanpa sengaja aku melewati persimpangan lampu merah, yang seharusnya tidak pernah aku lewati, pemandangan yang tidak lazim pun terlihat, dipinggiran trotoar jalan ku melihat beberapa orang anak-anak yang nampaknya berusia belum genap 10 tahun, sedang menanti belas kasih pengguna jalan untuk memberikan sekeping recehan, belum lagi aku tercengang melihat anak-anak kecil yang tadi menadahkan tangan, sembari mengamen menanti belas kasih pengguna jalan, aku sudah di kagetkan dengan sesosok anak kecil yang juga meminta-minta, bukan apa, anak tersebut juga mengajak adiknya yang digendongnya dibelakangnya, yang aku perkirakan masih berumur 2 sampai 3 tahun, oh tuhan tak terasa air mataku pun jatuh, tak tertahan, tapi bukan berarti aku cengen lho, tapi hatikulah yang menangis, aku tidak akan meneteskan air mata jika tidak ada hal yang begitu mengharukan, bukan apa-apa mereka bekerja sudah melewati batas jam layaknya orang bekerja, aku tidak akan membuat tulisan ini jika aku tidak melihat mereka pada malam hari mereka masih mencari uang demi sesuap nasi, bayangkan mereka yang seharusnya belajar atau malah sudah tidur tapi masih bekeliaran di jalan demi mencari sesuap nasi, lalau di mana ortu mereka?? Apakah ortu mereka membiarkan mereka bekerja sampai malam hari?? Aku tidak bisa menjawabnya hanya merekalah yang bisa menjawabnya, ya ALLAH terima kasih engkau telah menciptakan aku di tengah-tengah keluarga yang berkecukupan, apa yang aku inginkan dituruti oleh ortuku, ya meski tidak semuanya, namun aku bersyukur engkau menciptakan aku di tengah tengah keluarga yang selalu menyayangin aku, mendidik diriku hinggga aku basa kuliah sampai saat ini, dan aku percaya mereka anak-anak jalanan yang tidak seberuntung diriku pasti juga menginginkan kehidupan yang layak, sama seperti teman-teman sebaya mereka, mereka juga pasti ingin sekolah, dan menghabiskan masa anak-anak mereka dengan bermain bersama teman-teman mereka, bukan malah menanti belas kasih dari orang lain.
Aku bersyukur, ternyata aku masih lebih beruntung dari mereka.

FEBRUARI

Malam terasa dingin di penghujung februari

Hujan terus mengguyur bumi

Lampu tua kota melahirkan cahaya indah karenanya

Kunikmati setiap rinainya

Seperti meneguk rindu dicerut kerinduan

Ridu yang berkarat pada seseorang yang telah lama hilang

Pernah sekali ku coba

Abaikan rindu ini dan erus melangkah

Tapi rinduku bagai bayangan

Merekat eradan mengikuti kemanapun langkah berpijak

Satu hal yang baru tentangmu yang ku tau

Ternyata kau ak mudah dilupakan

Februari akan segera berganti

Hujan kan mengalah pada hangatnya sinar sang menari

Seiring musim yang bergulir

Kangen ini justru makin menjadi

Aku kian menginginkanmu dalam dingin hujan di penghujung februari

Dalam spuan hangat menari sore

Dalam malam panjang dan sepi

Dalam keramaian tak terkendali

Dalam setiap deru nafas dan waktu, aku tetap menginginkanmu

SENJA YANG LAYU

Senja membalut cakrawal

Disambut surya kuning kemerahan

Dari jauh nyiurpun melambai

Seperti membawa kabar

Tenang kehadiranmu

Senja ynag layu itu

Kusadarkan kegalauan

Sejenak aku termangu

Melintasa lagi dengan lugu

Bayangan masa lalu

Berlahan erasa getaran rindu

Yang tertutup derean rindu

Dengan pasti kusibak pedih

Mengantar sunyinya hari

Menyemai sisa harapan

Merawa usangnya kesetiaan

Yang sampai kau titipkan

Jauh sebelum bau nisan

Berdiri diujung pusaranmu yang abadi

SAYAP-SAYAP PATAH

Aku muak !!!!!

Dengan semua sikap manismu

Dengan kebohongan yang kau tebarkan

Aku bodah, elah berikan semua

Aku salah telah menjadikanmu harapan

Harapan yang ku nanai sejak lama

Kau bungkus denagn khianat yang teramat pedih

Hingga aku tak mampu menahan cinta yang lain

Dalm diam ku…

Ku simpan rasa yang menusuk

Mencabik-cabik tubuhku

Hingga aku ak mampu menerima cina yang lain

Inilah aku

Sang pemilik sayap-sayap paah

Yang hidup dalm kebodohan dan pengkhianatan para kaum bermulut manis

Hingga aku ersadar

Aku tak mampu lagi terbang menuju cinta

GOOD BYE

Memang salahku

Yang selalu membohongimu

Memmang salhku yang tidak peduli akan dirimu

Namun, bukan salahku

Yang mulai bosan dengan dirimu

Itu semua karena egomu yang besar

Hingga akupun menduakanmu

Siapa suruh kau suka memaksaku

Kini akupun lebih memilih menjauh darimu

Sekarang palingkan saja wajahmu dariku

Balikan saja wajahmu dari hadapanku

Agar aku mudah melambaikan angan untukmu..

Dan berkata

“selama tinggal sayang”

LANGKAHMU, LANGKAHKU JUGA

Jalani hari-hari bersamamu

Mengerti akan sebuah cinta

Resapi rasa yang ada

Nikmati segala asa yang menerpa

Kita lalui bersama

Hari yang kita lalui indah

Denga seulas senyummu yang damai

Dengan canda awamu

Yang selalu hadir menyatu

Dengan kelembutan cina kasihmu

Kasih, ku emukan duniaku yang ada pada dirimu

Yang telah lama ku tunggu dalam tiap-tiap mimpiku

Melangkah meninti hari

Kasih…

Yakinlah langkahmu tuk jalani

Hari-hari bersamaku

LUKAN DALM JIWA

Termangu

Sungguh, sungguh ku termangu

Aku dipaksa tersenyum

Saat luka menggoes jiwa

Terahan

Benar-benar bibirku tertahan saa jiwa ingin bertanya

Mengapa kekalaha yang ku dapat

Mengapa kesempatan itu bukan untukku

Mengapa dia dan dia yang selalu jadi pemenang

Jiwaku

Sungguh bukan jiwa yang besar

Jiwaku mudah rapuh walau hanya teriup desahan nafas

Jiwaku telah terluka

« Older entries