LUKAN DALM JIWA

Termangu

Sungguh, sungguh ku termangu

Aku dipaksa tersenyum

Saat luka menggoes jiwa

Terahan

Benar-benar bibirku tertahan saa jiwa ingin bertanya

Mengapa kekalaha yang ku dapat

Mengapa kesempatan itu bukan untukku

Mengapa dia dan dia yang selalu jadi pemenang

Jiwaku

Sungguh bukan jiwa yang besar

Jiwaku mudah rapuh walau hanya teriup desahan nafas

Jiwaku telah terluka

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: