AKU LEBIH BERUNTUNG DARI MEREKA

Tidak ada kata lagi yang pantas aku ucapkan kepada sang KHALIK, selain kata terima kasih, dan puji syukur kepada ALLAH SWT, bagaiman tidak, beberapa waktu yang lalu sepulang dari rumah teman ku, tanpa sengaja aku melewati persimpangan lampu merah, yang seharusnya tidak pernah aku lewati, pemandangan yang tidak lazim pun terlihat, dipinggiran trotoar jalan ku melihat beberapa orang anak-anak yang nampaknya berusia belum genap 10 tahun, sedang menanti belas kasih pengguna jalan untuk memberikan sekeping recehan, belum lagi aku tercengang melihat anak-anak kecil yang tadi menadahkan tangan, sembari mengamen menanti belas kasih pengguna jalan, aku sudah di kagetkan dengan sesosok anak kecil yang juga meminta-minta, bukan apa, anak tersebut juga mengajak adiknya yang digendongnya dibelakangnya, yang aku perkirakan masih berumur 2 sampai 3 tahun, oh tuhan tak terasa air mataku pun jatuh, tak tertahan, tapi bukan berarti aku cengen lho, tapi hatikulah yang menangis, aku tidak akan meneteskan air mata jika tidak ada hal yang begitu mengharukan, bukan apa-apa mereka bekerja sudah melewati batas jam layaknya orang bekerja, aku tidak akan membuat tulisan ini jika aku tidak melihat mereka pada malam hari mereka masih mencari uang demi sesuap nasi, bayangkan mereka yang seharusnya belajar atau malah sudah tidur tapi masih bekeliaran di jalan demi mencari sesuap nasi, lalau di mana ortu mereka?? Apakah ortu mereka membiarkan mereka bekerja sampai malam hari?? Aku tidak bisa menjawabnya hanya merekalah yang bisa menjawabnya, ya ALLAH terima kasih engkau telah menciptakan aku di tengah-tengah keluarga yang berkecukupan, apa yang aku inginkan dituruti oleh ortuku, ya meski tidak semuanya, namun aku bersyukur engkau menciptakan aku di tengah tengah keluarga yang selalu menyayangin aku, mendidik diriku hinggga aku basa kuliah sampai saat ini, dan aku percaya mereka anak-anak jalanan yang tidak seberuntung diriku pasti juga menginginkan kehidupan yang layak, sama seperti teman-teman sebaya mereka, mereka juga pasti ingin sekolah, dan menghabiskan masa anak-anak mereka dengan bermain bersama teman-teman mereka, bukan malah menanti belas kasih dari orang lain.
Aku bersyukur, ternyata aku masih lebih beruntung dari mereka.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: