AKU MENGGUGAT POL PP

Sempat bingung juga sih mengartikan, POL PP, apakah mereka sudah tidak ada lagi hati nurani lagi, sehingga seenaknya saja mengusir pendagang kaki lima, ya, tau sih itu memang sudah menjadi tugas mereka, tapi haruskah dengan kekerasan mereka mengusir pendagang kaki lima,

pagi kemarin saat aku pulang mengantarkan adikku ke sekolahnya, dan sempat melewati pasar dimana ortuku berdagang, MASYA ALLAH, pemandangan yang selama ini tidak pernah aku lihat akhirnya terlihat juga, karuan saja para pendagang emperan toko alias pendagang kaki lima pocar-pacir, ketika salah seorang pendagang kaki lima meneriaki ada musuh datang, aku pun mengeritkan dahiku, bertanda bingung, apa sih maksud dari “ada musuh datang“?? setahuku sejak ortuku berdagang di pasar, belum pernah terdengar olehku, baik ayah atau ibuku membicarakan adanya musuh dipasar,

selang beberapa menit, akhirnya terjawab sudah pertanyaan yang ada di otakku, ketika iring-iringan mobil yang berukuran sedang dan lumayan besar lewat, yang di bagian belakangnya terdapat pasukan yang memakai pakai serba coklat, inilah yang dinamai POL PP, musuh para pendagang kaki lima,bag adegan film kartun tom & jerry, spontan saja ketika pasukan yang di namai POL PP itu turun dari bak belakang mobil , pendagang kaki lima langsung belarian sembari menyelamatkan barang dan gerobak, serta becak dangangan mereka, ada yang belari hanya membawa sebagian dagangan yang bisa merekan bawa, dan yang lebih naasnya lagi ada juga baik pendagang dan sopir becak yang tidak sempat membawa daganganya dan kendaraannya, sehingga harus mengikhlaskan barang dan dagangan mereka disita, sembari menunggu sidang, ada juga yang bernegosiasi kepada sang atasan POL PP, hingga berlutut menyebah sanga atasan agar dagangan dan becaknya diturunkan dari atas bak mobil yang sudah terlanjur diangkut diatas mobil besar, namu usaha untuk bernego sia-sia saja, karena sang atsan sudah berhati batu,

Lalu dimana nuranimu wahai POL PP, apakah hati nuranimu telah wafat termakan oleh keanggkuhanmu, atau apakah karena seragam yang kau pakai itu, kau begitu angkuh sehingga seenaknya saja mengangkut barang, dan dagangan mereka, jika hanya atas nama tugas saja, adakah tolerin untuk mereka, ingatlah keluaraga mereka menanti dirumah dengan senyum bangga ketika mereka pulang kerumah membawa hasil untuk makan saja, bukan air mata yang mereka nanti dirumah, ketika mereka pulang dengan membawa berita bahwa dagangan dan barang mereka disita oleh POL PP.

Atas nama tugas , selalu alasan klasik itu yang keluar dari mulut sat POL PP, ketika diminta penjelasan ketika penggusuran terjadi,

sebenarnya sich aku tidak menggugat satPOL PP, tapi atas kejadian yang sudah-sudah banyak pendagang kaki lima yang dirugikan bahkan dilecehkan, aku juga menyalahkan sang pendagang kaki lima, kalau memang sudah tau, kawasan tersebut tidak boleh untuk berdagang, kenap masih saja dilanggar belum lagi memakan badan jalan, yang menyebabkan kemacetan,

namun semuanya kembali kepada kepribadian masing-masing, dan semoga saja sang satuan palisi pamong praja lebih bijak dan berhati mulia dalam menertipkan para pendagang kaki lima, sebab mereka berdagang untuk mencari sesuap nasi, bukan untuk menjadi jerry, dan bukan pulang sang satPOL PP, mau menjadi tom, seperti film karangan, yang seiap hari, seiap waktu saling kejar-kejaran

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: