FEBRUARI

Malam terasa dingin di penghujung februari

Hujan terus mengguyur bumi

Lampu tua kota melahirkan cahaya indah karenanya

Kunikmati setiap rinainya

Seperti meneguk rindu dicerut kerinduan

Ridu yang berkarat pada seseorang yang telah lama hilang

Pernah sekali ku coba

Abaikan rindu ini dan erus melangkah

Tapi rinduku bagai bayangan

Merekat eradan mengikuti kemanapun langkah berpijak

Satu hal yang baru tentangmu yang ku tau

Ternyata kau ak mudah dilupakan

Februari akan segera berganti

Hujan kan mengalah pada hangatnya sinar sang menari

Seiring musim yang bergulir

Kangen ini justru makin menjadi

Aku kian menginginkanmu dalam dingin hujan di penghujung februari

Dalam spuan hangat menari sore

Dalam malam panjang dan sepi

Dalam keramaian tak terkendali

Dalam setiap deru nafas dan waktu, aku tetap menginginkanmu

2 Komentar

  1. budirich said,

    10 Desember 2008 pada 8:56 AM

    ngambek puisi wong to e, bikin dwek oi,, biar kreatif..hwhhweheh

    • warto kaka said,

      12 Desember 2008 pada 10:24 AM

      woi es ini puisi aki deweg
      sory coy aku udah tobat, kopy paste


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: